<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255</id><updated>2012-02-12T03:37:16.020+07:00</updated><category term='Pendidikan'/><category term='Informasi'/><category term='Motivasi'/><category term='Tentang Anak'/><title type='text'>"SAUNG CERDAS"</title><subtitle type='html'>dari Kita untuk Dunia!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2881249623802683135</id><published>2010-11-27T02:06:00.003+07:00</published><updated>2010-11-27T02:07:50.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Mengenang Sebuah Taman Baca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/waterdrop-271x300.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 300px;" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/waterdrop-271x300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah pagi, beberapa mahasiswa datang menata buku. Di sebuah taman, pada bangku marmer berwarna coklat muda dibawah rindang pakis dan hijau bunga-bunga disekitarnya. Hawa tanah masih basah oleh gerimis, yang turun malam sebelumnya. Perlahan mereka mengeluarkan buku dari kardus, menjejerkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, sabtu di samping sebuah gedung kuliah yang megah, di sebuah taman. Aku langsung terbayang dengan Athena beberapa abad lampau. Saat itu seorang bijak, Socrates, mengajarkan kearifan kepada orang-orang muda juga di sebuah taman, taman akademos. Ia mengajarkan pengetahuan tentang hal yang sangat muskyl yakni “kebenaran”. Ia mempertanyakan kebenaran. Ia mempertanyakan mungkinkah manusia bisa mengerti kebenaran, ataukah cuma para dewa di Olympus sana yang mengerti. Ia mengajar mereka memakai nalar untuk mengerti alam semesta. Akhirnya sang bijak pun seperti tutur sejarah harus mati demi kebenaran yang dipahami oleh orang banyak. Ia kalah. Ia dipaksa minum racun karena dianggap mencemarkan kejernihan berpikir kaum muda. Meracuni mereka dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Mempertanyakan kebenaran. Dan orang paling bijak dimuka bumi menurut ramalan Orakel di Delphi pun gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Socrates, mengajarkan kearifan di sebuah taman. Sama juga dengan Kristus yang memberikan kotbah kepada para muridnya dari atas bukit. Mereka mengajarkan kebenaran pada sebuah tempat yang lapang. Tempat dimana hanya satu ukuran kebenaran, kebenaran itu sendiri. Mengajarkan kebenaran ditempat orang bisa datang dan pergi sesuka hati mereka. Karena sebuah taman, adalah negeri bebas. Negeri dimana tiap-tiap orang tidak perlu takut. Disana tidak ada penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi itu aku melihat, Akademos, hadir di fakultas ini. Tak ada orang bijak disana yang hadir mengajarkan kearifan. Kearifan pun hadir dengan sendirinya, menjelma lewat untaian kata dan kalimat dari lembar-lembar kertas. Mata-mata itu menari, menyeruput hikmah, menjelajahi pengetahuan yang mungkin tersembunyi di setiap halaman. Lihatlah mereka menjelajah, menembus batas langit, larut dalam bacaan. Seperti meditasi yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang paling menakutkan dari kepandiran? Utamanya jika kepandiran itu menyatu dengan kesombongan karena merasa diri paling mengerti kebenaran. Paling tahu segala hal. Mungkin kita harus belajar dari kejatuhan iblis. Sebelum Adam diciptakan, iblis adalah makhluk mulia setingkat malaikat. Ia terjerembab karena kesombongannya utntuk tidak mau bersujud dihadapan manusia yang diciptakan hanya dari tanah. Ia merasa lebih mulia karena diciptakan dari api. Ia tidak tahu bahwa makhluk itu lebih mulia dari apa pun karena Tuhan sendiri telah mengajarnya dengan ilmu. Tuhan mengajarkan manusia pengetahuan yang yang tidak diajarkan pada malaikat. Iblis pun berubah menjadi pandir, tidak tahu, namun teramat sombong, lalu jatuh dari firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah taman baca adalah obat kepandiran. Juga sebuah oase. Sebuah tempat yang netral. Siapa saja bisa singgah. Sebuah taman baca adalah penyambung lidah peradaban. Melalui buku ia menjaga semesta dengan rantai pengetahuan yang mungkin pernah dipahami manusia. Dan seorang pembaca adalah manusia yang merdeka. Merdeka atas dirinya sendiri. Merdeka untuk menjelajahi tempat-tempat yang mungkin tabu. Merdeka mengunyah ide-ide yang mungkin oleh para ustadz, pendeta atau alim adalah sesuatu yang terlarang. Karena jika seseorang tidak berani menyeberangi tapal, maka boleh jadi ia akan terjebak dalam kepandirannya sampai berkarat-karat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya , harapan. Berharap agar kecambah penguatan peradaban ini tetap tumbuh. Menghadirkan kearifan untuk lebih utuh melihat dunia. Dunia yang tidak hanya berwarna hitam atau putih. Namun disana ada bianglala. Dan biarlah taman baca ini tetap menghadirkan bianglala ditengah bekunya tembok-tembok beton Fakultas Kedokteran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(…Terima kasih untuk adek-adekku yang tetap setia menjaga taman baca di kampus setiap Sabtu pagi, sekaligus mengingat upaya pelarangan buku oleh Kejagung yang sangat menakutkan itu…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2881249623802683135?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2881249623802683135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2881249623802683135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2881249623802683135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2881249623802683135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2010/11/mengenang-sebuah-taman-baca.html' title='Mengenang Sebuah Taman Baca'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-8623930844110748204</id><published>2009-02-08T14:34:00.002+07:00</published><updated>2009-02-08T15:56:42.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><title type='text'>Dekapan Ibu Memengaruhi Tingkat Stres Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCx-cU0PAJI/SJ_-hYq8bgI/AAAAAAAABlE/Kv04ABEGqhA/s320/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 199px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCx-cU0PAJI/SJ_-hYq8bgI/AAAAAAAABlE/Kv04ABEGqhA/s320/ibu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stres tak hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami gangguan ini. Menurut spesialis kedokteran jiwa, dr. Agung Indriany, Sp.Kj. stres dapat terjadi sejak anak dalam kandungan hingga dewasa. Jika ibu hamil mengalami tekanan berat, misalnya karena suasana keluarga yang kurang harmonis, maka akan berdampak pada janin karena hal tersebut ditransfusikan dalam janin. Janin yang dikandung akan mengalami stres cukup berat dan bila dilahirkan akan cenderung mengalami kegelisahan, murung dan marah yang akan berpengaruh pada kualitas kehidupan si anak hingga menginjak remaja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres tak hanya melanda saat dalam kandungan, setelah lahir pun stres dapat terjadi. Hal itu sebagai akibat dari proses perkembangan si anak itu sendiri. Stres pada anak usia dini cenderung diakibatkan karena pola asuh orangtua serta pemenuhan kebutuhan primer seperti makan dan minum yang kurang. Anak usia dini akan rewel, sulit makan, sulit dihibur, berat badan tak normal, dan anak kurang aktif. Itu merupakan gejala anak mengalami stres.&lt;br /&gt;“Mengganti pola makan pada bayi juga bisa menyebabkan stres. Misalnya, biasanya satu hari makan tiga kali, diubah menjadi dua kali akan menyebabkan rasa marah pada bayi sehingga bayi menjadi rewel,” tuturnya. Selain itu, dekapan sang ibu memengaruhi tingkat perkembangan anak terutama dalam hal menghindari stres, misalnya ibu sibuk bekerja tanpa memperhatikan dan memberikan kasih sayang, anak bisa juga terkena stres.&lt;br /&gt;“Stres tak memiliki batasan usia. Anak-anak cenderung mengalami stres karena pola pikir mereka yang belum sempurna, belum mampu memisahkan antara rasio dan kenyataan, selain itu karena daya nalar kurang. Seperti acara film anak di TV, adegan film kartun yang memperlihatkan manusia digiling truk namun masih bisa berdiri, mereka anggap adalah kejadian nyata. Mereka belum bisa membedakan yang mana kenyataan dan adegan,” katanya.&lt;br /&gt;Menginjak usia remaja, daya tahan anak terhadap stres makin meningkat. Agung menyebutkan, penyebab stres anak berusia 12 tahun ke atas didominir oleh pertumbuhan fisiknya. “Saat anak perempuan mengalami menstruasi pertama akan timbul rasa cemas,” katanya. Remaja pada usia ini mengalami masa perkembangan yang labil, yang dapat mengubah perilakunya, seperti tak ingin dianggap masih kecil, ingin mandiri bahkan tak ingin diatur. Untuk menghadapi hal ini, orangtua harus proaktif mengadakan pendekatan dengan si anak. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan anak layaknya sebagai teman, selain itu komunikasi antarorangtua juga harus lancar. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara berekreasi bersama keluarga, makan bersama, atau menyempatkan waktu berkumpul antaranggota keluarga.&lt;br /&gt;Jika orangtua tak mengerti saat anaknya mengalami stres, bisa menyebabkan adanya jalan buntu. Orangtua yang telah melakukan pendekatan dengan anak, akan mampu membuat anak lebih terbuka dan percaya bahwa kita sebagai orangtua adalah teman curhat terbaik. Dalam komunikasi yang telah dijalin, orangtua dapat menyisipkan suatu nasihat, menanamkan etika dan moral serta memberikan pandangan sebab-akibat. “Jadi dengan ini, tiap hendak melakukan tindakan negatif anak akan berpikir dua kali. Kita tak perlu melarang anak dengan aturan yang membuatnya tertekan sehingga mampu memicu stres,” ujarnya.&lt;br /&gt;Melalui pengalaman-pengalaman yang telah dia lakukan dari kecil hingga menginjak usia remaja, serta cara kita mendidik bagaimana anak menghadapi masalah, menjadi solusi utama bagi anak menghindari stres. “Orangtua jangan terus membantu anaknya saat anaknya didera masalah. Biarkan anak belajar menyelesaikan masalahnya. Orangtua hanya bertugas memantau perkembangannya. Jika si anak sudah tak mampu, barulah peran orangtua diperlukan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Stres terdiri dari beberapa tingkatan. Stres dalam skala ringan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika si anak akan berangkat sekolah, hujan turun dan tak ada payung. Karena waktu mendesak, anak menjadi panik sehingga timbullah rasa cemas. Solusi menghindari stres adalah dengan bersikap tak panik saat ada masalah. Rasa panik mampu membuat pikiran buntu, sehingga jalan keluar tak dapat dipikirkan. Jika perasaan tenang, masalah dapat diatasi. Stres dengan skala berat misalnya ketika anak menyaksikan orangtua bercerai atau ketika mengalami peristiwa pelecehan seksual. Sedang untuk tingkat terberat dapat berupa tragedi bom, tsunami dan memerlukan waktu lama untuk penyembuhannya. Ketiga tingkatan tersebut mampu membuat perubahan tingkah laku pada anak.&lt;br /&gt;Daya tahan orang menghadapi stres berbeda-beda. Untuk itu orangtua perlu mengetahui tingkatan stres yang dialami anaknya, karena hal tersebut akan memengaruhi pola asuh orangtua terhadap anak. “Jika orangtua memiliki anak lebih dari satu, pola pengasuhannya harus dibedakan disesuaikan dengan daya tahan stresnya,” ungkap Agung. Orangtua dapat mengetahui daya tahan stres anak-anaknya dengan melihat kejadian sehari-hari.&lt;br /&gt;Permasalahan yang terjadi pada remaja salah satunya adalah materi pelajaran yang menumpuk. Agar tak menimbulkan stres perlu diadakan bimbingan serta dengan adanya jadwal kegiatan bermain, belajar, hingga bersosialisasi dengan lingkungan. Hal tersebut sudah tentu harus ditaati oleh anak. Pengaturan waktu sebagai upaya menghindari rasa panik anak menghadapi segala kegiatan menumpuk, sehingga dengan jadwal waktu bermain akan ada. -lik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-8623930844110748204?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/8623930844110748204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=8623930844110748204' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8623930844110748204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8623930844110748204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2009/02/dekapan-ibu-memengaruhi-tingkat-stres.html' title='Dekapan Ibu Memengaruhi Tingkat Stres Anak'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TCx-cU0PAJI/SJ_-hYq8bgI/AAAAAAAABlE/Kv04ABEGqhA/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-5655549991371170951</id><published>2008-11-30T15:48:00.001+07:00</published><updated>2008-11-30T15:51:29.898+07:00</updated><title type='text'>MeceT dan Anak Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/STJT3x5ZJYI/AAAAAAAAAQI/ehjrV23OHrQ/s1600-h/macet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/STJT3x5ZJYI/AAAAAAAAAQI/ehjrV23OHrQ/s320/macet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274370331356243330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pusing memikirkan kemacetan arus lalu lintas di ibukota berimbas pada anak-anak sekolah dijadikan kelinci percobaan. Pemprov DKI Jakarta sudah membuat ancang-ancang memajukan jam sekolah di wilayah itu. Dari biasanya masuk pukul 07.00 WIB dimajukan 30 menit sehingga anak-anak sekolah di Jakarta wajib memulai jam pelajarannya pada pukul 06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, ketentuan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Bisa saja Pemprov DKI membuat ketentuan baru, namun belum tentu dapat mengatasi kemacetan di ibukota. Sebab, kemacetan di ibukota tidak hanya pada saat jam masuk sekolah atau saat pulang sekolah, tetapi sudah terjadi setiap saat baik pagi, siang, sore hingga pukul 21.00 WIB. Setelah itu baru kelihatan jalanan lengang hingga pukul 06.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru itu, perlu dikaji lebih mendalam oleh para pakar lalu lintas dengan melibatkan berbagai pihak terkait, apakah dengan memajukan jam sekolah di pagi hari dapat menyelesaikan masalah kemacetan di ibukota. Kalau tingkat efektifnya rendah lebih baik dibatalkan saja. Sebab, memajukan jam sekolah sama halnya mengorbankan anak-anak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, mereka sudah harus berangkat ke sekolah pukul 05.30 WIB. Tidak punya waktu lagi untuk berbedah diri, berolahraga pagi, bahkan sarapan pagi pun bisa terganggu (tak sempat lagi), belum lagi dilihat dari aspek psikologi dan keamanan harus berangkat pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat kita, kebijakan memajukan jam masuk anak sekolah adalah putusan sepihak. Masalahnya kemacetan di ibukota sudah berlangsung lama dan berbagai upaya dilakukan tidak banyak mengatasi kemacetan, termasuk pengadaan busway dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau tidaka ada upaya sungguh-sungguh, yang benar-benar luar biasa, maka kemacetan di ibukota dipastikan akan semakin parah, sehingga pada tahun 2015 nanti diperkirakan kemacetannya sangat luar biaa sehingga begitu ke luar rumah sudah macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sependapat dengan pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo yang mengatakan, solusi utama mengatasi kemacetan bukanlah memajukan jam sekolah tetapi memperbaiki moda transportasi massal Jakarta agar tercipta sebuah angkutan umum yang aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang harus dilakukan adalah membenahi dan menciptakan transportasi massal yang aman dan nyaman agar kalangan kelas menengah ke atas mau berpindah ke kendaraan umum. Saat ini, beragam jenis kendaraan umum yang terdapat di ibukota masih belum bisa memberikan hal tersebut termasuk kendaraan andalan Pemprov DKI, yaitu busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah harga tiketnya mahal kenyamanannya pun tidak memadai sehingga  masyarakat kelas menenagah ke atas lebih memilih menggunakan mobil pribadi, sedangkan pengguna sepedamotor semakin bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, pejabat Pemprov DKI harus mau belajar ke negara-negara lain yang sudah dapat mengelola arus lalulintasnya dengan baik sehingga kemacetannya tidak parah. Yang pasti, diperlukan sarana dan prasrana transportasi yang memadai, terutama mengembangkan kebijakan transportasi massal yang sifatnya komprehensif dan tidak berpegang kepada beragam kebijakan yang sifatnya sektoral seperti terus-menerus membangun jalan layang atau menggembok kendaraan yang parkir liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun melihat dampak negatif memajukan jam sekolah semakin pagi, di mana secara psikologi anak akan terganggu dengan memajukan jam belajar. Anak juga tidak akan bersemangat untuk bersekolah, karena terlalu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bersekolah menjadi semacam keterpaksaan, sebagaimana dikatakan anggota KPAI  Ir Satriyandaningrum di Jakarta. Bila kemacetan lalu lintas di Jakarta dikaitkan dengan padatnya arus kendaraan saat-saat jam masuk sekolah, itu lebih pada siswa-siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ke depan harus ada ketentuan rayonisasi agar siswa memilih sekolah di sekitar tempat tinggalnya. Kalau sistem rayonisasi ini berjalan dengan baik, tanpa melihat kualitas sekolahnya, seperti unggulan atau tidak, maka tidak perlu terjadi kemacetan oleh anak-anak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, keberadaan sekolah harus tersebar ke semua wilayah, dan kualitasnya dibuat merata sehingga warga pasti memilih sekolah yang tidak jauh dari rumah. Hemat biaya, waktu, dan tidak menimbulkan kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-5655549991371170951?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/5655549991371170951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=5655549991371170951' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5655549991371170951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5655549991371170951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/11/mecet-dan-anak-sekolah.html' title='MeceT dan Anak Sekolah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/STJT3x5ZJYI/AAAAAAAAAQI/ehjrV23OHrQ/s72-c/macet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-888850902069573817</id><published>2008-11-15T14:01:00.004+07:00</published><updated>2008-11-15T14:10:43.522+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Book Fair 2008: Petualangan Lewat Dunia Kata!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SR5073h36cI/AAAAAAAAAQA/1LfnbiETfHY/s1600-h/lomba+menggambar+bertema+aku+senang+membaca--ibf2008--by+ayu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SR5073h36cI/AAAAAAAAAQA/1LfnbiETfHY/s320/lomba+menggambar+bertema+aku+senang+membaca--ibf2008--by+ayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268777185937189314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Book Fair 2008 merupakan pameran buku bertaraf Internasional. Bisa jadi, pemeran buku kali ini memang bagaikan ‘surga’ bagi khalayak masyarakat. Mulai dari buku-buku ilmiah kedokteran, sastra, hingga ke komik-komik langka, semuanya ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahunnya, Indonesia Book Fair selalu tampil dengan tema-tema kedaerahan. Upayanya, adalah untuk melestariakn budaya nasional dan memotivasi para penerbit local yang ada di daerah-daerah. Sejak tahun 2005 hingga 2007, Indonesia Book Fair telah mengangkat tema: The Rise of Aceh (2005), The Growth of Papua (2006) dan Gorontalo The Hidden Paradise (2007). Kini, giliran Sumatera Barat yang dilirik, kemudian temanya ditulis sebagai The Heritage of Ranah Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Book Fair 2008 digelar di Main Lobby, Jakarta Convention Centre tanggal 12 s/d 16 November 2008. Acara ini adalah pameran industri penerbitan buku bertaraf internasional dan merupakan agenda rutin tahunan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato pembukaannya, Robinson Rusdi, Ketua Panitia Indonesia Book Fair 2008 menyatakan, “ Indonesia Book Fair bukan hanya acara pameran saja, tapi juga menjadi momen yang sangat baik untuk mengajak dan memperkenalkan penulis-penulis nasional kepada khalayak ramai dan penerbit-penerbit di tanah air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah yang ke-28 kalinya, Indonesia Book Fair digelar di tanah air. Dengan latarbelakang untuk meningkatkan minat baca dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, acara ini juga diisi oleh berbagai acara kreatif dan unjuk kemampuan. Diantaranya, dari penerbit Ganeca hari pertama pameran telah melaksanakan babak penyaringan test kemampuan bidang sains untuk murid-murid dari 62 SMP se-Jabodetabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut lain, ada lomba gambar yang juga digelar pihak panitia untuk murid-murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Pesertanya di hari pertama cukup banyak, mencapai angka 50-an orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada acara Book Launching, Book Review, Book Signing, Workshop Storytelling, Mini Library, dan Sumbang Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menarik untuk dilirik adalah stand yang menjual buku-buku langka. Dari mulai buku teks, hingga komik-komik karangan RA. Kosasih dan komik-komik Tintin, juga ada di sana. Ada beraneka varian buku yang tak hanya dipamerkan tapi juga dijual dengan harga yang sangat murah. Hanya dengan Rp 10.000,-, anda bisa membaca Kumpulan Esai Iwan Simatupang, bahkan buku kumpulan esai karangan Garin Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau berburu buku-buku baru juga ada di sana. Datangi Indonesia Book Fair 2008, bagaikan berangkat bertualang ke negeri-negeri baru melalui dunia kata-kata! Mungkin anda akan betah berlama-lama di sana. IndofamilyNet. (ayu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-888850902069573817?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/888850902069573817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=888850902069573817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/888850902069573817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/888850902069573817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/11/indonesia-book-fair-2008-petualangan.html' title='Indonesia Book Fair 2008: Petualangan Lewat Dunia Kata!'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SR5073h36cI/AAAAAAAAAQA/1LfnbiETfHY/s72-c/lomba+menggambar+bertema+aku+senang+membaca--ibf2008--by+ayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-8931969848331886232</id><published>2008-10-10T17:48:00.001+07:00</published><updated>2008-10-10T17:59:43.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Presiden Ajak Anak Jalanan Nonton Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RZtNoV9AbkI/SO0IES4nZsI/AAAAAAAAA4A/Yy3BSM7HgEU/s200/sby+kompas.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RZtNoV9AbkI/SO0IES4nZsI/AAAAAAAAA4A/Yy3BSM7HgEU/s200/sby+kompas.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan dan semangat anak-anak Belitung untuk bersekolah dalam kondisi terbatas yang tergambar dalam film Laskar Pelangi menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono beserta putranya Edhie Baskoro pun mengajak sejumlah anak jalanan untuk menonton bersama, di Auditorium I Blitz Megaplex, Rabu (8/10) malam.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tampak hadir bersama juga beberapa menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dan artis pendukung film tersebut menyaksikan film itu. Menteri yang ikut menonton yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo Muhammad Nuh, Menbudpar Jero Watjik dan Mendiknas Bambang Sudibyo serta Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Riri Riza, produser Mira Lesmana, dan pengarang novel Laskar Pelangi Andrea Hirata ikut menemani presiden menyaksikan film tersebut. Artis pendukung film itu seperti Slamet Raharjo, Jajang C Noer, Mathias Muchus, Ikranegara, Aryo Bayu, serta penyanyi tema lagu itu Giring dari grup band Nidji juga turut hadir.&lt;br /&gt;Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, kehadirannya menyaksikan film ini adalah untuk mengapresiasi sebuah karya seni hasil kerja putra-putri bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita di sini bukan pesta pora tetapi untuk memberikan apresiasi yang tinggi atas karya seni yang indah dan dukungan terhadap anak-anak," kata Presiden di tengah kelesuan ekonomi global yang juga berimbas ke Indonesia. Menurutnya, film ini menggambarkan bahwa setiap anak-anak Indonesia memerlukan kasih sayang agar bisa menjalin masa depan yang indah seperti anak-anak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan film tersebut membangkitkan semangat dan karakter bangsa yang ingin maju. Film Laskar Pelangi, menurut Presiden, menunjukkan karakter dan semangat anak-anak Indonesia yang gigih, berjuang merebut masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-8931969848331886232?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/8931969848331886232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=8931969848331886232' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8931969848331886232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8931969848331886232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/10/presiden-ajak-anak-jalanan-nonton.html' title='Presiden Ajak Anak Jalanan Nonton Laskar Pelangi'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RZtNoV9AbkI/SO0IES4nZsI/AAAAAAAAA4A/Yy3BSM7HgEU/s72-c/sby+kompas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2313791827818802964</id><published>2008-08-28T16:04:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>BERSYUKUR DAN BERJUANG</title><content type='html'>Alkisah, di beranda belakang sebuah rumah mewah, tampak seorang anak sedang berbincang dengan ayahnya. "Ayah, nenek dulu pernah bercerita kepadaku bahwa kakek dan nenek waktu masih muda sangat&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;miskin, tidak punya uang sehingga tidak bisa terus menyekolahkan ayah. Ayah pun harus bekerja membantu berjualan kue ke pasar-pasar."Apa betul begitu, Yah?" tanya sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah kemudian bertanya, "Memang begitulah keadaannya, Nak. Mengapa kau tanyakan hal itu anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak menjawab, "Aku membayangkan saja ngeri, Yah. Lantas, apakah Ayah pernah menyesali masa lalu yang serba kekurangan, sekolah rendah dan susah begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengelus sayang putranya, ayah menjawab, "Tidak Nak, ayah tidak pernah menyesalinya dan tidak akan mau menukar dengan apa pun masa lalu itu. Bahkan, ayah mensyukurinya. Karena, kalau tidak ada penderitaan seperti itu, mungkin ayah tidak akan punya semangat untuk belajar dan bekerja, berjuang, dan belajar lagi, hingga bisa berhasil seperti saat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat jawaban demikian, si anak melanjutkan pertanyaannya, "Kalau begitu, aku tidak mungkin sukses seperti Ayah, dong?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran dengan pemikiran anaknya, sang ayah kembali bertanya, "Kenapa kau berpikir tidak bisa sukses seperti ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kata Ayah tadi, penderitaan masa lalu yang serba susahlah yang membuat Ayah berhasil. Padahal, aku dilahirkan dalam keluarga mampu, kan ayahku orang sukses," ujar si anak sambil menatap bangga ayahnya. "Ayah tidak sekolah tinggi, sedangkan Ayah menyuruhku kalau bisa sekolah sampai S2 dan menguasai 3 bahasa, Inggris, Mandarin, dan IT. Kalau aku ingin sukses seperti Ayah kan nggak bisa, dong. Kan aku nggak susah seperti Ayah dulu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui pemikiran sang anak, ayah pun tertawa. "Hahaha, memang kamu mau jadi anak orang miskin dan jualan kue?" canda ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digoda sang ayah, si anak menjawab, "Yaaaah, kan udah nggak bisa memilih. Tapi kayaknya kalau bisa memilih pun, aku memilih seperti sekarang saja deh. Enak sih, punya papa mama baik dan mampu seperti papa mamaku hehehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah lantas melanjutkan perkataannya, "Karena itulah, kamu harus bersyukur tidak perlu susah seperti ayah dulu. Yang jelas, siapa orangtua kita dan bagaimana keadaan masa lalu itu, kaya atau miskin, kita tidak bisa memilih, ya kan? Maka, ayah tidak pernah menyesali masa lalu. Malah bersyukur pada masa lalu yang penuh dengan penderitaan, dari sana ayah belajar hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan pada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan. Yang jelas, di kehidupan ini ada hukum perubahan yang berlaku. Kita bisa merubah keadaan jika kita mau belajar, berusaha, dan berjuang habis-habisan. Tuhan memberi kita segala kemampuan itu, gunakan sebaik-baiknya. Dimulai dari keadaan kita saat ini, entah miskin atau kaya. Niscaya, semua usaha kita diberkati dan kamu pun bisa sukses melebihi ayah saat ini. Ingat, teruslah berdoa serta berusaha. Belajar dan bekerjalah lebih keras dan giat. Maka, cita-citamu akan tercapai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;Pikiran manusia tidak mungkin mampu menggali dan mengetahui rahasia kebesaran Tuhan. Karena itu, sebagai manusia (puk nen sien cek) kita tidak bisa memilih mau lahir di keluarga kaya atau miskin. Kita juga tak bisa memilih lahir di negara barat atau di timur dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika kita lahir di keluarga yang kaya, kita harus mampu mensyukuri dengan hidup penuh semangat dan bersahaja. Sebaliknya, jika kita terlahir di keluarga yang kurang mampu, kita pun harus tetap menyukurinya sambil terus belajar dan berikhtiar lebih keras untuk memperoleh kehidupan lebih baik. Sebab, selama kita bisa bekerja dengan baik benar dan halal, Tuhan pasti akan membantu kita! Ingat, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, tanpa orang itu mau berusaha merubah nasibnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus berjuang, raih kesuksesan!&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2313791827818802964?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2313791827818802964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2313791827818802964' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2313791827818802964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2313791827818802964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/bersyukur-dan-berjuang.html' title='BERSYUKUR DAN BERJUANG'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-1333049489264722164</id><published>2008-08-22T20:04:00.006+07:00</published><updated>2008-09-08T21:49:22.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>TORPIN (Motor Pintar)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SK66VJN-xrI/AAAAAAAAAIY/WeAtRS24mQ8/s1600-h/torpin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SK66VJN-xrI/AAAAAAAAAIY/WeAtRS24mQ8/s320/torpin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237328289093043890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu target pembangunan Indonesia. Pemberdayaan masyarakat harus dikembangkan oleh semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai sektor terutama sektor pendidikan. Melalui pemberdayaan pendidikan diharapkan masyarakat dapat memperoleh berbagai pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami dan memanfaatkan berbagai potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan pendidikan harus dilakukan pada semua jenjang usia terlebih pada masa anak-anak. Pada masa anak-anak merupakan masa yang paling potensial untuk membangun potensi manusia. Masa anak merupakan masa terjadinya pembentukan sel-sel otak yang berfungsi mengembangkan berbagai  kecerdasan. Demikian penting masa tersebut seharusnya lingkungan memberi yang terbaik untuk berkembangnya berbagai kecerdasan yang dimiliki anak.&lt;br /&gt;Data statistik menunjukkan jumlah anak di Indonesia usia 0-10 tahun sebanyak 28 juta jiwa. Dan baru 7 % tersentuh oleh pendidikan dan sebagian besar tersebar di wilayah pedesaan. Dengan demikian masih cukup banyak anak-anak Indonesia yang membutuhkan sentuhan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;motor pintar&lt;br /&gt;Motor Pintar&lt;br /&gt;Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta turut berperan serta dalam pemberdayaan tersebut melalui Program Motor Pintar. Hadirnya program Motor Pintar merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang sulit dijangkau karena letak geografis dalam memperoleh pendidikan dan informasi terutama didaerah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Motor Pintar merupakan program layanan pendidikan non formal dilakukan melalui penyediaan sarana pembelajaran pada motor. Dirancang dengan strategi pembelajaran yang penuh makna dan menyenangkan bagi peserta didik khususnya anak usia 4-15 tahun. Dengan Motor Pintar ini akan dijangkau daerah-daerah terpencil dan berada diwilayah pedalaman yang sulit dicapai dengan mobil.&lt;br /&gt;http://www.indonesiapintar.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-1333049489264722164?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/1333049489264722164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=1333049489264722164' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/1333049489264722164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/1333049489264722164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/torpin-motor-pintar.html' title='TORPIN (Motor Pintar)'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SK66VJN-xrI/AAAAAAAAAIY/WeAtRS24mQ8/s72-c/torpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-3139025318790800266</id><published>2008-08-16T16:05:00.003+07:00</published><updated>2008-08-24T12:51:02.567+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Kemerdekaan 63 tahun RI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaZNV_-nPI/AAAAAAAAAIQ/EaVObI6K1PU/s1600-h/Panjat+Pinang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaZNV_-nPI/AAAAAAAAAIQ/EaVObI6K1PU/s320/Panjat+Pinang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235040071387618546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arti bebas dari pepatah tersebut adalah tidak ada seorangpun yang bisa memberi dari ketiadaannya. Jadi seseorang tidak akan bisa memberi derma ke pengemis dan orang yang tak mampu jika ia sama sekali tidak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesedikit yang kita punya kita harus memberikan ke orang lain yang membutuhkan. Contoh di segelintir kelompok masyarakat Jawa yang masih menyediakan kendi-kendi berisi air minum untuk para musafir diluar rumahnya. Bagi saya ini sebenarnya essensi service excelent sesungguhnya. Tanpa diminta mereka telah memberi walaupun nilai air minum itu kecil namun efeknya besar untuk orang yang kehausan. Namun entah benar atau tidak karena berbagai hal yang terjadi kebiasaan itu telah tergeser. Bayangkan jika spirit service dan sikap saling bantu itu terimplementasikan di ruang kerja, yang ada dalam bayangan saya adalah tim super solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa lacur, seringkali persepsi terhadap partner kerja malah terbalik dan berganti dengan berbagai pikiran dan persepsi negatif yang terkadang tanpa sengaja telah menjerumuskan orang lain kepada hal-hal negatif, misal jika ada karyawan baru yang masuk ke lingkungan kerja kita, pikiran negatif kita memandang mereka ini akan menggeser posisi kita sehingga perlu diperlakukan dengan cara dan tekanan kerja khusus. Akibatnya sebaik apapun orang baru itu ia tidak dapat berkembang menjadi hebat (great) dalam bekerja jika di lingkungan kerjanya penuh dengan tekanan bahkan amarah. Ibaratnya batu keraspun jika ditetesi air terus menerus dapat mengikis batu. Bukannya membuat mereka bersemangat dan semakin profesional kita telah membuat mereka semakin kabur akan arti spirit kerja total dan loyal. Pelan namun pasti mereka akan mencontoh peran sebagai seorang yang terus menekan orang lain dan tidak mampu mengendalikan emosinya. Atau mereka bisa berada di kutub yang berlawanan sebagai seorang yang terus menerus ditekan dan tidak akan pernah berkembang. Imbasnya langsung bisa terlihat kepada ketidaknyaman kerja dan turn over karyawan di lingkungan kerja kita yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan kerja seperti itu kita dengan mudah menemui orang-orang yang terkena masalah neurotic junk (orang yang mudah sekali terganggu dengan masalah-masalah yang sepele/ sampah) dan psikosomatis (kondisi tubuh yang terganggu akibat beban pikiran dan rasa cemas yang berlebihan). Apapun bentuk akhirnya kesimpulan umum dari kondisi ini adalah (SDM) semuanya sakit dan lingkungan kerja penuh dengan trauma. Sakit dan trauma ini muncul karena problem yang terjadi hanya ditahan (holding on) tidak pernah dilepaskan (letting go). Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah besar bagi rekan-rekan yang bekerja di lingkungan Human Resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma bisa terjadi karena proses latihan yang terus menerus dari lingkungan kerjanya seperti atasan yang tidak mudah menerima keadaan, arogan dan terlalu menuntut, lingkungan yang penuh dengan ambisi pribadi dan saling sikut, dan banyak hal di lingkungan kerja yang membuat diri kita selalu terkungkung dan tidak pernah maju. Saya teringat pada suatu peristiwa saat direktur marah ke salah seorang rekan dengan membanting laporan kerjanya. Hari itu juga ia keluar. Saat itu ia berkata harga dirinya telah direndahkan dan dibanting. Padahal tidak ada harga diri yang dibanting hanya kertas laporan. Dari sana kita memetik pelajaran dimana untuk sembuh kita harus mau belajar hal lain, jangan terus berkutat pada masalah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir jika banyak di Indonesia berperilaku seperti itu apa jadinya SDM kita. Cobalah kita tengok di dunia ini, Singapura yang gurunya saja dulu di masa Sukarno harus import dari Indonesia atau Jepang yang hancur lebur dan porak-poranda setelah di bom atom, dan China yang terkungkung puluhan tahun. Bangsa-bangsa ini daripada terus berpikir negatif kurang SDM, kurang sumber daya alam, atau terbelakang, struktur ekonomi lemah, mereka ternyata memilih terus berpikir positif dan disiplin menata kehidupannya sehingga keinginan menjadi lebih baik, terus maju dan berkembang dapat terwujud. Mereka bukan lagi menjadi negara berkembang namun telah menjadi bangsa hebat. Jadi bukankah contoh ini bisa menjadi bukti pentingnya sikap positif dan terus mengembangkan dirinya bukan untuk sampai kepada good saja namun menjadi great.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim Collins di buku terlarisnya Good to Great menulis, “Baik (good) adalah musuhnya hebat (great).” Artinya, apabila kita ingin hebat (great), maka kita tidak boleh merasa sudah cukup baik (good). Begitu kita (bangsa Indonesia) merasa sudah cukup baik, biasanya kita akan enggan untuk memperbaiki diri. Dengan kata lain, merasa sudah cukup baik bisa meninabobokan kita, sehingga kita tak akan pernah menjadi hebat. Maka teruslah berkembang bangsaku, jangan utang lagi namun berikanlah juga setetes air untuk dunia, jangan bertengkar lagi temanku, bersatulah bangun negeri ini. Dan semua itu bermula dari anda yang tergerak dan terus menerus membuat jejaring yang semakin luas. Dirgahayu 63 tahun negeriku tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STATISTIK REVENUE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://KumpulBlogger.com/dblog.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/insancita" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="Photobucket" src="http://i267.photobucket.com/albums/ii301/noltujuh/promosi.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-3139025318790800266?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/3139025318790800266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=3139025318790800266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3139025318790800266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3139025318790800266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/refleksi-kemerdekaan-63-tahun-ri.html' title='Refleksi Kemerdekaan 63 tahun RI'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaZNV_-nPI/AAAAAAAAAIQ/EaVObI6K1PU/s72-c/Panjat+Pinang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2755856029836701226</id><published>2008-08-16T15:51:00.005+07:00</published><updated>2008-09-05T17:08:05.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Anggaran Pendidikan 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaXoh6a38I/AAAAAAAAAII/mfEOnAl2xAU/s1600-h/rusak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 183px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaXoh6a38I/AAAAAAAAAII/mfEOnAl2xAU/s320/rusak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235038339418742722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pada tahun 2009 Departemen Pendidikan Nasional direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp52 triliun.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Alokasi ini belum mencakup tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp46,1 triliun yang kami usulkan pada Nota Keuangan Tambahan,” kata Presiden dalam pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU APBN 2009 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;Anggaran untuk Departemen Pendidikan Nasional itu jauh lebih besar daripada anggaran untuk Departemen Pekerjaan Umum sebesar Rp35,7 triliun, Departemen Pertahanan Rp35 triliun, Polri Rp25,7 triliun, Departemen Agama Rp20,7 triliun, Departemen Kesehatan Rp19,3 triliun, dan Departemen Perhubungan Rp16,1 triliun.&lt;br /&gt;Anggaran itu, kata Presiden, disusun berdasarkan prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 dan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga dalam RAPBN tahun 2009.&lt;br /&gt;“Alokasi yang besar pada anggaran pendidikan untuk Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama adalah guna menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun,” kata Kepala Negara pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono itu.&lt;br /&gt;Anggaran tersebut, menurut Presiden, juga ditujukan untuk menaikkan kesejahteraan guru secara signifikan.&lt;br /&gt;“Dengan anggaran pendidikan yang Alhamdulillah sudah mencapai 20 persen dari APBN kita, kita berharap untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21 ini,” katanya.&lt;br /&gt;Anggaran Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan terutama untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana moda transportasi serta rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan, kata Presiden.&lt;br /&gt;Sedangkan prioritas alokasi anggaran Departemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.&lt;br /&gt;Sementara prioritas alokasi anggaran Departemen Kesehatan ditujukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, katanya.&lt;br /&gt;PRESIDEN: ANGGARAN PENDIDIKAN 20 PERSEN DARI RAPBN 2009&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan anggaran pendidikan yang dianggarkan pada RAPBN tahun 2009 akan mencapai 20 persen, seperti yang diamanatkan UUD 1945, apalagi pendidikan tetap menjadi prioritas utama.&lt;br /&gt;“Kita telah memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi,” kata Presiden.&lt;br /&gt;Yudhoyono menyebutkan jika pada tahunb 2005 anggaran pendidikan baru mencapai Rp78,5 triliun maka angka itu naik hampir dua kali lipat menjadi Rp154,2 triliun pada tahun 2008.&lt;br /&gt;Anggaran pendidkan antara lain akan dimanfaatkan untuk merehabilitasi gedung-gedung sekolah dan membangun puluhan ribu kelas serta ribuan sekolah baru.&lt;br /&gt;Sekalipun anggaran pendidikan telah naik apalagi disertai Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, namun pemerintah menyadari bahwa masih banyak keluarga di tanah air yang tidak mampu mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah.&lt;br /&gt;“Pemerintah mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada keluarga miskin, dengan syarat anak-anak mereka tetap harus masuk sekolah. BLT bersyarat ini, dikenal sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah dilaksanakan di 73 kabupaten/kota,” tegas Presiden.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah akan menyediakan beasiswa untuk lebih dari satu juta siswa SD/MI, lebih dari 600.000 siswa SMP/MTs, 900.000 siswa SMA/SMK/MA dan lebih dari 200.000 mahasiswa PT/PTA.&lt;br /&gt;“Sebagian besar siswa dan mahasiswa tersebut, berasal dari keluarga tidak mampu,” demikian rincian yang diberikan Kepala Negara.&lt;br /&gt;Khusus bagi para siswa yang berhasil meraih medali emas dalam olimpiade berbagai cabang ilmu pengetahuan, maka pemerintah akan memberikan beasiswa untuk menuntut ilmu di universitas mana pun di seluruh dunia sampai mencapai gelar doktor.&lt;br /&gt;“Kita berharap pada masa depan, akan ada putra-putri Indonesia yang berada pada garis terdepan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, bahkan kalau bisa meraih hadiah nobel,” kata Kepala Negara yang bergelar doktor ini .&lt;br /&gt;ANGGARAN PENDIDIKAN 2009 RP224 TRILIUN&lt;br /&gt;Pemerintah mengalokasikan Rp224 triliun dalam RAPBN 2009 sebagai anggaran pendidikan untuk memenuhi kewajiban 20 persen alokasi dari APBN.&lt;br /&gt;“Anggaran pendidikan itu sebesar Rp224 triliun dan itu secara komprehensif dari APBN dan APBD,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan Anggito Abimanyu dalam sebuah wawancara di jaringan televisi nasional sebelum pembacaan pidato Presiden, Jumat.&lt;br /&gt;Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat memberikan respons positif atas keputusan Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu yang meminta pemerintah untuk segera memenuhi alokasi anggaran pendidikan di dalam APBN 2009 sebesar 20 persen.&lt;br /&gt;“Apabila nanti di dalam Undang-Undang APBN 2009 ternyata anggaran pendidikan tidak juga mencapai 20 persen dari APBN dan APBD maka MK cukup menunjuk putusan ini membuktikan bahwa UU APBN itu inkonstitusional,” kata Ketua DPR Agung Laksono saat membuka rapat paripurna pembukaan masa sidang pertama 2008-2009.&lt;br /&gt;Untuk itu Agung berharap, baik pemerintah maupun panitia anggaran DPR dan komisi terkait dapat mengakomodir keputusan MK ini dalam pembahasan RAPBN 2009.&lt;br /&gt;“Dengan akan dipenuhinya putusan MK itu, Dewan mengharapkan pengelolaan dana pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif, efesien, transparan dan akuntabel,” katanya.&lt;br /&gt;PRESIDEN: ANGGARAN KESEHATAN MELONJAK TIGA KALI LIPAT&lt;br /&gt;Pemerintah menetapkan anggaran di bidang kesehatan tahun 2008 sebesar Rp16 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat dari anggaran bidang yang sama pada 2005 yang sebesar Rp5,8 triliun.&lt;br /&gt;“Sebagian besar anggaran digunakan untuk menggulirkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;Menurut Presiden, hingga kini program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu telah melayani 76,4 juta jiwa.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat, Pemerintah telah menurunkan harga obat generik secara substansial dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;“Pemerintah juga melakukan revitalisasi program Keluarga Berencana (KB) yang sempat terbengkalai setelah krisis yang lalu,” katanya.&lt;br /&gt;Selama tiga tahun terakhir, pencapaian positif program KB sudah mulai terlihat, yang tercermin dari peningkatan peserta baru KB dari 4,2 juta tahun 2005 menjadi 5,7 juta peserta pada 2007.&lt;br /&gt;“Program KB harus terus digiatkan dan tingkatkan, demi menjaga agar kecenderungan laju pertumbuhan penduduk semakin rendah. Untuk itu, kerjasama dan keterpaduan upaya dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan,” katanya.&lt;br /&gt;Dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah berada di garis depan, dalam sosialisasi dan implementasi program KB.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, Pemerintah melakukan peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.&lt;br /&gt;Terkait meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, Kepala Negara mengatakan, pemerintah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pusat Krisis Terpadu, dan Ruang Pelayanan Khusus di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;“Peranan kaum perempuan di sektor publik semakin meningkat. Keterwakilan perempuan pada pemerintahan daerah meningkat 127 persen dibanding empat tahun lalu,” ujarnya.&lt;br /&gt;Demikian halnya di luar pemerintahan, kaum perempuan telah tampil dan banyak memimpin terutama di dunia usaha dan organisasi sosial.&lt;br /&gt;“Pemerintah mendorong dan mendukung kaum perempuan untuk berkontribusi di sektor publik sesuai dengan kemampuannya,” kata Kepala Negara.&lt;br /&gt;DEPARTEMEN PERTAHANAN DAPAT RP35 TRILIUN, POLRI RP25,7 TRILIUN&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dalam tahun 2009 Departemen Pertahanan direncanakan mendapat anggaran sebesar Rp35 triliun sedangkan untuk Kepolisian RI memperoleh Rp25,7 triliun.&lt;br /&gt;“Prioritas alokasi anggaran Departemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ditujukan untuk menjaga kedaulatan NKRI, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Presiden.&lt;br /&gt;Kepala Negara menyatakan dalam menegakkan kedaulatan negara, kebijakan pertahanan negara diarahkan pada peningkatan profesionalisme dan kemampuan TNI.&lt;br /&gt;Kemampuan pertahanan negara, juga terus ditingkatkan, antara lain dengan pemeliharaan kekuatan pokok minimum (minimum essential force), kesiapan alutsista (alat utama sistem persenjataan), dan terselenggaranya latihan secara teratur.&lt;br /&gt;Presiden menyebutkan pada bulan Juli lalu, telah dilaksanakan Latihan Gabungan TNI yang pertama sejak tahun 1996.&lt;br /&gt;“Latihan gabungan ini harus dilakukan secara berkala agar prajurit dan satuan TNI tetap siaga, profesional, dan berkemampuan tinggi, untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah kedaulatan NKRI,” katanya pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono itu.&lt;br /&gt;Khusus pembangunan wilayah perbatasan, kata Presiden, dilakukan melalui pendekatan beberapa aspek terutama aspek demarkasi dan delimitasi garis batas negara, di samping melalui pendekatan pembangunan kesejahteraan, politik, hukum, dan keamanan.&lt;br /&gt;“Prinsipnya adalah, wilayah perbatasan kita harus dianggap sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukannya halaman belakang negara kita,” katanya.&lt;br /&gt;Turun&lt;br /&gt;Berdasarkan data tahun sebelumnya, anggaran Dephan pada tahun 2009 sebesar Rp35 triliun mengalami penurunan.&lt;br /&gt;Pada Tahun Anggaran 2008, anggaran Dephan dan TNI tercatat sebesar Rp36,39 triliun. Anggaran tersebut hanya dapat mendukung sekitar 36 persen kebutuhan minimal Dephan dan TNI yang mencapai sekitar Rp100,53 triliun.&lt;br /&gt;Dalam daftar Pagu DIPA TA 2008 TNI Angkatan Darat secara nominal memang mendapat porsi anggaran terbesar sekitar Rp16,1 triliun. Akan tetapi dana itu dialokasikan untuk 129 satuan kerja (satker).&lt;br /&gt;TNI Angkatan Laut dialokasikan sebesar Rp 5,5 triliun yang akan didistribusikan ke 47 satker dan untuk TNI Angkatan Udara menerima alokasi anggaran sebesar Rp 3,98 triliun, yang didistribusikan ke 58 satker.&lt;br /&gt;Untuk Dephan, yang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6,3 triliun, besaran dana itu didistribusikan hanya ke dua satker yang ada. Sementara untuk Mabes TNI, dari total alokasi anggaran yang diterima sebesar Rp4,5 triliun, besaran itu didistribusikan untuk 11 satker.&lt;br /&gt;35 Tokoh Terkemuka Dunia Hadiri Sidang Pidato SBY&lt;br /&gt;Sekitar 35 tokoh terkemuka dunia dari berbagai negara menghadiri acara pidato Presiden SBY di Gedung DPR/MPR. Mereka berasal dari berbagai profesi.&lt;br /&gt;“Para tokoh tersebut terdiri dari militer, pengusaha, akademisi, politisi, dan lain sebagainya,” ujar Ketua DPR Agung Laksono dalam sambutannya menjelang pidato Presiden SBY tentang nota keuangan RAPBN 2009 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).&lt;br /&gt;Secara khusus, Agung Laksono juga mengundang parlemen Myanmar dan Palestina. Namun, undangan dari Palestina tidak bisa hadir.&lt;br /&gt;“Parlemen Palestina sedianya akan hadir. Namun karena situasi dalam negeri tidak memungkinkan, akhirnya mereka tidak bisa hadir,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini Agung juga berjanji akan segera menindaklanjuti surat Presiden SBY mengenai beberapa RUU yang harus segera dibahas DPR. Beberapa RUU tersebut di antaranya, RUU tentang pencalonan Dewan Energi Nasional, RUU tentang Badan Koordinasi Perlindungan Konsumen, dan RUU Tindak Pidana Korupsi.&lt;br /&gt;“Menanggapi surat ini dewan akan segera memprosesnya sesuai dengan tata tertib yang berlaku,” pungkasnya.&lt;br /&gt;SBY tiba di gedung DPR pukul 08.50 WIB bersama Wapres JK. Rombongan ini disambut Agung Laksono. Pukul 09.00 WIB, Agung membuka masa sidang DPR setelah lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta berkumandang. (Ant/detikcom/o)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STATISTIK REVENUE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://KumpulBlogger.com/dblog.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/insancita" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" src="http://i267.photobucket.com/albums/ii301/noltujuh/promosi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2755856029836701226?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2755856029836701226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2755856029836701226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2755856029836701226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2755856029836701226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/anggaran-pendidikan-2009.html' title='Anggaran Pendidikan 2009'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKaXoh6a38I/AAAAAAAAAII/mfEOnAl2xAU/s72-c/rusak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-3769888207738150877</id><published>2008-08-13T21:06:00.003+07:00</published><updated>2008-08-24T12:53:29.794+07:00</updated><title type='text'>Kak Seto Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Merokok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKLq9FSTWLI/AAAAAAAAAIA/UXEgiHIjMrU/s1600-h/rokok.jpeg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKLq9FSTWLI/AAAAAAAAAIA/UXEgiHIjMrU/s320/rokok.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234004052069800114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;detikNews.com. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). KPAI ingin meminta dukungan kepada MUI agar hak-hak anak dapat terlindungi.&lt;br/&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kak seto datang ke sini untuk minta dukungan. Minta agar hak anak-anak untuk dilindungi. Oleh karena itu anak-anak jangan merokok dan mengeluarkan fatwa haram merokok," ujar Anwar Abbas, Sekretaris MUI di kantor pusat MUI Jl Proklamasi no.51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebelumnya, menurut Abbas, dalam rapat komisi fatwa MUI telah dikeluarkan fatwa makruh merokok. Sementara mengenai fatwa haram ini telah dibahas dalam rapat koordinasi MUI se-Sumatera di Palembang yang memutuskan bahwa merokok itu haram meskipun belum final dan akan di agendakan dalam pertemuan komisi fatwa se-Indonesia yang akan diselenggarakan akhir tahun ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kalau menurut MUI sendiri, hukum dasar merokok itu makruh. Kalau merokok membahayakan maka jadi haram. Tapi kalau dianjurkan dari sisi kedokteran seseorang itu harus merokok, maka itu boleh," ujar pria yang tepat hari ini mengeluarkan bukunya yang berjudul 'Pemikiran Ekonomi Hatta di Tinjau Dari Perspektif Islam' di kantor MUI.(crn/gah)&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-3769888207738150877?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/3769888207738150877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=3769888207738150877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3769888207738150877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3769888207738150877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/kak-seto-minta-mui-keluarkan-fatwa.html' title='Kak Seto Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Merokok'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SKLq9FSTWLI/AAAAAAAAAIA/UXEgiHIjMrU/s72-c/rokok.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-7209200977652289159</id><published>2008-08-11T15:46:00.007+07:00</published><updated>2008-09-05T17:08:05.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>E-book untuk Sekolahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SJ_95QUXNvI/AAAAAAAAAHw/4nz2Csi8r6I/s1600-h/buku+elektronik.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SJ_95QUXNvI/AAAAAAAAAHw/4nz2Csi8r6I/s320/buku+elektronik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233180452102551282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah2 naiknya BBM yg mendongkrak semua harga2 barang belum lama ini departemen pendidikan nasional (DEPDIKNAS) mempublikasikan tentang&lt;span id="fullpost"&gt; adanya buku sekolah elektronik (BSE)  untuk SD, SMP, SMA dan SMK yang bisa diperoleh secara gratis melalui internet. Buku elektronik tersebut masih terbatas jumlahnya namun&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;setidaknya bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli buku2 yg dijual guru ditoko buku. Persoalannya apakah itu bisa diperoleh dgn mudah? Sudah berapa banyak masyarakat yg udah melek internet? Sementara anak sekolahan yg suka ngenet paling juga main friendster atau chating jangan2 juga ngga’ ngerti e-book :) (pengalaman soalnya )&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apa itu buku elektronik?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak yang bagi-bagi ebook gratis, tidak sedikit yang jual ebook baik ebook bisnis, ebook tutorial dll tapi tidak banyak yang membahas apa itu ebook, saya kira mayoritas pemakai internet sudah paham tentang defenisi ebook tapi jika dilakukan survey kepada masyarakat umum saya pastikan lebih banyak yg nga’ ngerti apa itu ebook. Karna istilah e-book sendiri terlahir dari perkembangan informatika. Jika buku yang kita kenal sebagai sekumpulan helai kertas yang setiap sisinya disebut halaman dan dijilid dalam satu kesatuan serta berwujud benda maka Buku elektronik yang dalam bahasa tukul (empat mata) inggrisnya disingkat e-book atau electronic book adalah buku yang sifatnya digital berupa informasi yang berwujud teks atau gambar dengan berbagai macam bentuk file dan hanya dapat dibaca serta disimpan dalam media elektronik pendukung akan tetapi buku elektronik dapat juga dijadikan buku biasa setelah dicetak dan dijilid lazimnya buku.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Cara memperoleh buku sekolah elektronik (BSE)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang pertama masuk ke website : http://bse.depdiknas.go.id/ Pilih kategori tingkatan sekolah SD, SMP, SMA atau SMK lalu pilih jenis dan judul buku yang akan di copy/download dan Klik download yang ada diatas baca online, kemudian terbuka halaman peraturan dan persetujuan, centang kotak tanda setuju untuk menampilkan halaman formulir buku sekolah elektronik (BSE), masukkan nama, email, alamat web (jika ada–kosongkan jika tidak ada) dan kode keamanan lalu klik submit kemudian terbuka halaman bab per bab dengan kapasitas ukuran file masing-masing bab. Langkah selanjutnya pilih satu persatu isi buku mulai dari coper depan sampai sampul belakang, belum selesai sampai disitu karna saat memilih bab yang akan di ambil masih ada halaman link terbuka seperti dibawah ini:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;BSE memiliki server mirror, silahkan pilih server untuk download dari :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Server Utama :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jardiknas Server Jakarta - Slipi Server UI - Depok&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Server Mirror :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jardiknas Server Aceh&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jardiknas Server Jakarta - Ciputat&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jardiknas Server Makassar&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jardiknas Server Surabaya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Centang server yg dekat dgn anda lalu klik download pada poin ini jika koneksi lelet lambat maka download gagal. Jika berhasil tinggal milih save to disk filenya disimpan dulu di komputer atau di flashdisk sebelum dibuka karna file2 tersebut dalam bentuk zip maka harus di unzip dulu sebelum bisa di baca.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-7209200977652289159?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/7209200977652289159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=7209200977652289159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7209200977652289159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7209200977652289159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/08/e-book-untuk-sekolahan.html' title='E-book untuk Sekolahan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SJ_95QUXNvI/AAAAAAAAAHw/4nz2Csi8r6I/s72-c/buku+elektronik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-3143101847601941848</id><published>2008-07-22T13:50:00.004+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:06.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Akan pindah Domain www.saungcerdas.org</title><content type='html'>Semakin maraknya media internet untuk saling berkomunikasi dengan banyak orang membuat kami meluncurkan &lt;span class="fullpost"&gt;blog, sebentar lagi kami akan berpindah domain ke  ,&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www. saungcerdas.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mohon doa dan dukungan agar web kami berguna untuk Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STATISTIK REVENUE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://KumpulBlogger.com/dblog.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/insancita" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" src="http://i267.photobucket.com/albums/ii301/noltujuh/promosi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-3143101847601941848?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/3143101847601941848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=3143101847601941848' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3143101847601941848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3143101847601941848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/akan-pindah-domain-wwwsaungcerdasorg.html' title='Akan pindah Domain www.saungcerdas.org'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-5149699701295426827</id><published>2008-07-21T18:08:00.002+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Beruntung tapi Cemas</title><content type='html'>SETELAH membaca artikel ini, Anda pasti merasa sangat beruntung, dan mendapat alasan baru untuk mensyukuri kemujuran hidup Anda. Tapi sebaliknya Anda pun bisa dihinggapi rasa bersalah; prihatin dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;155.965 anak berkeliaran di jalan. Sekitar 2,1 juta menjadi pekerja di bawah umur. Mereka sasaran empuk perdagangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kita semua sangat beruntung karena setidak-tidaknya telah menyelesaikan pendidikan SMA, bahkan sebagian besar di antara kita sudah bergelar sarjana. Bandingkanlah dengan nasib apes anak-anak di sekeliling kita; yang terpaksa putus sekolah karena orangtua tak mampu lagi membiayai; lalu menjalani hari-hari yang hampa dan menatap masa depan dengan rasa gamang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda bayangkan bahwa jumlah anak putus sekolah di negeri tercinta ini ternyata sudah puluhan juta ? Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa. Jumlah itu pasti sudah bertambah lagi tahun ini, mengingat keadaan ekonomi nasional yang kian memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, peningkatan jumlah anak putus sekolah di Indonesia sangat mengerikan. Lihatlah, pada tahun 2006 jumlahnya “masih” sekitar 9,7 juta anak; namun setahun kemudian sudah bertambah sekitar 20 % menjadi 11,7 juta jiwa. Tidak ada keterangan dari Komnas PA apakah jumlah tersebut merupakan akumulasi data tahun sebelumnya, lalu ditambah dengan jumlah anak-anak yang baru saja putus sekolah. Tapi kalaupun jumlah itu bersifat kumulatif, tetap saja terasa sangat menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, gairah belajar 12 juta anak terpaksa dipadamkan. Dan 12 juta harapan yang melambung kini kandas di dataran realitas yang keras, seperti balon raksasa ditusuk secara kasar–kempes dalam sekejap. Ini bencana nasional dengan implikasi yang sangat luas, dan bahkan mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah ironisnya jika fakta ini kita hubungkan dengan agenda nasional beberapa tahun lalu; betapa anak-anak itu dan orangtua mereka dibujuk dan dirayu melalui kampanye yang sangat masif di televisi; termasuk program populer Ayosekolah yang diprakarsai aktor Rano Karno; supaya mereka mau bersekolah. Tahu-tahu sekarang mereka harus meninggalkan bangku sekolah, dan menyaksikan pameran kemewahan di sekitarnya–yang dari hari ke hari semakin vulgar dan telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu ada di sekitar kita. Mungkin beberapa di antaranya adalah anak tetangga Anda. Dan siapa tahu, salah seorang di antaranya masih kerabat Anda, tapi mungkin berada di tempat yang jauh. Yang pasti, mereka adalah tunas-tunas harapan bangsa yang besar ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku, Anda dan kita semua berhak untuk terus bersikap masa bodoh; berdalih bahwa itu adalah tanggungjawab pemerintah; lalu melanjutkan cara hidup kita yang boros dan selfish? Adakah yang bisa aku lakukan selain mewartakan bencana ini melalui blog ? Dan tidak adakah yang bisa Anda lakukan selain merasa prihatin sejenak, lalu meninggalkan komentar, kemudian mencari di blog lain artikel yang lebih menyenangkan dan menghibur hati Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN formal memang bukan segala-galanya. Beberapa pengusaha besar di Indonesia, misalnya konglomerat Liem Sioe Liong, cuma lulusan sekolah dasar. Tapi itu kasus yang istimewa. Dalam kenyataan yang umum, tingkat pendidikan berpengaruh mutlak terhadap peluang bekerja, posisi di bidang kerja, tingkat salary dan fasilitas yang dapat dinikmati; menentukan pula terhadap perilaku individu dalam rumah tangga, tanggung jawab sosial; dan mempengaruhi bobot independensi individu di bidang sosial-politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak usah menjadi ahli sosiologi kalau cuma untuk memahami konsekuensi logis dari bencana ini. Secara kasat mata saja kita sudah bisa melihat dampak langsung dari begitu besarnya angka putus sekolah di Indonesia. Pengamen cilik dan usia remaja kini bergentayangan di seluruh wilayah negeri ini. Tidak hanya di kota-kota besar, mereka hadir sampai di desa-desa dan menyebarkan kebisingan, gangguan dan kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kasus putus sekolah yang paling menonjol tahun ini terjadi di tingkat SMP, yaitu 48 %. Adapun di tingkat SD tercatat 23 %. Sedangkan prosentase jumlah putus sekolah di tingkat SMA adalah 29 %. Kalau digabungkan kelompok usia pubertas, yaitu anak SMP dan SMA, jumlahnya mencapai 77 %. Dengan kata lain, jumlah anak usia remaja yang putus sekolah tahun ini tak kurang dari 8 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, 8 juta remaja yang masih labil dan mencari identitas diri terpaksa putus sekolah; terpaksa meninggalkan teman-temannya yang masih terus bersekolah; dan terpaksa menelan kenyataan pahit sebagai manusia yang gagal dan tereliminasi. Ini problem sosial yang dahsyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Arist Merdeka Sirait, sebagaimana diberitakan surat kabar Kompas edisi Selasa (18/3),”Dampak ikutan, anak-anak yang berkeliaran di jalan-jalan di Jakarta juga akan terus bertambah. Setelah mereka putus sekolah tentu mereka akan berupaya membantu ekonomi keluarga dengan bekerja apa pun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bekerja apapun” adalah sebuah pesan yang sangat jelas, meski sengaja disampaikan secara samar. Artinya, dalam rangka stuggle for life atau demi melanjutkan gaya hidup yang terlanjur konsumtif; bisa saja mereka menjadi pedagang asongan, pengamen, pengemis, kuli panggul, pencopet, pedagang narkoba; atau menjadi pembantu rumah tangga, kawin di usia dini atau menjadi pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENURUT catatan Komnas PA, pada tahun 2007 sekitar 155.965 anak Indonesia hidup di jalanan. Sementara pekerja di bawah umur sekitar 2,1 juta jiwa. Anak-anak tersebut sangat rawan menjadi sasaran perdagangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu. Anak-anak yang hidup di jalanan itu juga sangat potensial disalahgunakan oleh kejahatan yang terorganisasi. Tekanan untuk bertahan hidup dan godaan untuk hidup mewah adalah dua titik lemah para remaja yang masih labil itu; sehingga mereka bisa dibujuk dengan gampang untuk melakukan tindak kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Brazil, di antara jutaan anak yang hidup gentayangan di jalanan, sebagian sudah menjelma menjadi monster. Cukup diberi imbalan 100 dolar, anak-anak itu bisa disuruh membunuh orang atau jadi kurir narkoba. Mereka membuat kehidupan sehari-hari di kota-kota besar semacam Rio de Janeiro dan Sao Paulo bisa berubah menjadi horor, tanpa disangka-sangka. Warga pun jadi resah, dan pemerintah kota yang kurang panjang akal dan tidak bermoral kemudian merespon kepanikan masyarakat dengan jalan pintas : anak-anak itu ditembaki dan dibunuh secara massal– pada malam hari,. ketika mereka tertidur di taman-taman kota atau di emperan-emperan toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan pintas dan cara-cara yang tidak manusiawi dalam menanggulangi problem urbanisasi—termasuk masalah anak-anak jalanan, kini sudah banyak dipraktekkan oleh sejumlah pemda di pulau Jawa. Baru-baru ini, aparat Polisi Pamongpraja Kotamadya Serang menciduk para gelandangan di malam hari, kemudian orang-orang yang malang itu diangkut dengan kendaraan dan dibuang di wilayah Kabupaten Pandeglang. Siapa sangka, tindakan biadab seperti itu bisa dilakukan oleh aparat pemerintah di sebuah negara yang berazaskan Pancasila, di sebuah provinsi yang berambisi menyaingi Aceh sebagai Serambi Mekah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potret buram dunia pendidikan Indonesia hari ini. Kalau ternyata Anda tiba-tiba diliputi rasa bersalah, prihatin dan cemas setelah melihat potret jelek itu, beryukurlah, ternyata Anda masih normal dan memiliki moral yang tinggi. Dan bersyukurlah, karena bukan Anda atau kerabat dekat Anda yang hari ini terpaksa putus sekolah, sementara pemerintahan SBY-JK masih saja nekad membuat rasionalisasi untuk mengecoh masyarakat—seolah-olah perekonomian nasional sudah pulih dan bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, SBY-JK baru akan yakin bahwa ada masalah—sebenarnya lebih tepat disebut bencana nasional, kalau cucu mereka sendiri yang putus sekolah karena tidak ada biaya. Mudah-mudahan itu tidak terjadi, karena kalau sampai terjadi kita tidak bakal sempat menyaksikannya, karena sudah keburu mati akibat kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=2391" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-5149699701295426827?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/5149699701295426827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=5149699701295426827' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5149699701295426827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5149699701295426827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/beruntung-tapi-cemas.html' title='Beruntung tapi Cemas'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-412871690058140262</id><published>2008-07-20T13:04:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:09.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>TV ANAK???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILWDpXaQpI/AAAAAAAAAHU/D5me6T6V7DA/s1600-h/HTT_2008-2A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILWDpXaQpI/AAAAAAAAAHU/D5me6T6V7DA/s320/HTT_2008-2A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224973875835191954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian besar anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-412871690058140262?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/412871690058140262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=412871690058140262' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/412871690058140262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/412871690058140262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/tv-anak.html' title='TV ANAK???'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILWDpXaQpI/AAAAAAAAAHU/D5me6T6V7DA/s72-c/HTT_2008-2A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2231995066634191166</id><published>2008-07-20T12:51:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:09.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>HARI TANPA TV 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILVIGbE9qI/AAAAAAAAAHM/EA811pGJF74/s1600-h/TV.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILVIGbE9qI/AAAAAAAAAHM/EA811pGJF74/s320/TV.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224972852843050658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas menonton TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb. Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.500 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama 1 tahun yang hanya sekitar 750 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum adapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat.&lt;br /&gt;    * Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.&lt;br /&gt;    * Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar dan hingga kini belum terlihat upaya penanganan secara serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlu ditumbuhkan sikap kritis anak-anak, remaja, orangtua, dan seleuruh lapisan masyarkat dalam menggunakan televisi, agar dapat terhindar dari dampak negatifnya dan dapat mengoptimalkan fungsi televisi sebagai sumber informasi dan pengetahuan. Sikap kritis tersebut dapat berupa perilaku cerdas dalam mengkonsumsi media, dalam arti dapat memilih isi media yang sesuai, dan dapat membatasi jumlah jam menggunakan media dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara menumbuhkan sikap kritis tersebut adalah dengan mengajarkan Pendidikan Media pada anak melalui guru di sekolah dan orangtua di rumah. Selain akan menumbuhkan sikap kritis, Pendidikan Media juga dapat menjadi penangkal dampak negatif media pada anak. Dalam beberapa tahun ini, Yayasan Pengembangan Medai Anak (YPMA) sedang mengembangkan Pendidikan Media dengan dukungan dari UNICEF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Pendidikan Media juga dapat dilakukan melalui berbagai jalur seperti seminar pengasuhan anak untuk orangtua, kegiatan semacam pelatihan jurnalistik untuk siswa, melalui jalur kerohanian dan kelompok keagamaan, tulisan populer di media massa, talkshow di radio, pelajaran di sekolah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI TANPA TV adalah wujud nyata dari kesadaran akan pentingnya bermedia secara cerdas dan kritis pada seluruh lapisan masyarakat, terutama pada keluarga-keluarga yang memiliki anak usia pra sekolah dan sekolah dasar. Melalui HARI TANPA TV 2008, masyarakat dan terutama keluarga muda diajak untuk kritis dan cerdas dalam mengkonsumsi siaran televisi, dengan cara mengurangi jumlah jam menonton televisi dan pemilihan acara yang aman dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI TANPA TV adalah hari di mana keluarga-keluarga di Indonesia tidak mengkonsumsi siaran televisi selama sehari penuh agar mereka dapat merasakan bahwa hidup bisa lebih bernilai ketika lebih banyak kegiatan lain dapat dilakukan secara bersama ketimbang menonton televisi. Pengalaman seperti ini sangat penting dimiliki oleh semua anggota keluarga untuk meyakinkan bahwa mereka tetap dapat menjalani kehidupan dengan menyenangkan meski tanpa TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui HARI TANPA TV, kita bisa melakukan upaya untuk mengurangi ketergantungan anak dan keluarga pada televisi. Melalui HARI TANPA TV, kita bisa memperkenalkan kepada anak bahwa dalam menggunakan media termasuk televisi, ada aturannya. Aturan itu setidaknya menyangkut 2 hal: isi media mana yang boleh dan tidak boleh, serta berapa lama dan kapan anak-anak boleh mengakses media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI TANPA TV juga dapat dimaknai sebagai pernyataan keprihatinan kita terhadap isi acara TV yang tidak sehat dan tidak aman untuk anak-anak. Apabila gerakan sehari tidak menonton TV ini diikuti oleh banyak warga masyarakat, maka pihak industri penyiaran pasti akan memperhitungkannya. HARI TANPA TV adalah bentuk pernyataan sikap masyarakat yang selama ini dianggap akan menerima saja apa pun yang ditayangkan oleh stasiun TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target dari gerakan ini adalah keluarga yang memiliki anak usia pra sekolah dan sekolah dasar di seluruh wilayah Indonesia. Barangkali mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan tingkat ekonomi menengah-atas adalah kelompok masyarakat yang lebih siap dalam merespon gerakan ini. Sekalipun demikian, target dari gerakan ini tidak sebatas pada kelompok tersebut. Diharapkan sekitar 1 juta keluarga di seluruh Indonesia mengikuti Gerakan HARI TANPA TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Gerakan HARI TANPA TV ini merupakan gagasan dari Komunitas TV Sehat dan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) yang melakukan Kampanye TV Sehat di berbagai sekolah di Jakarta dan Bandung pada tahun 2006. Ternyata ide yang sama juga muncul dari Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH), yang bahkan sudah melakukan sosialisasi ke berbagai acara dan telah mendapat dukungan dari jaringan YKBH. Kedua organisasi (YPMA dan YKBH) memutuskan untuk merealisasikan ide tersebut untuk pertama kalinya  pada Hari Anak Nasional, 23 Juli 2006, dan didukung oleh berbagai institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007, HARI TANPA TV diperingati di Jakarta dan di 5 kota besar lainnya yakni Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Sebagai gerakan masyarakat yang bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif tayangan TV, maka kegiatan HARI TANPA TV ini mulai mendapatkan dukungan yang makin luas. Dukungan dari media massa cetak dan radio dirasakan sangat membantu dalam menyebarluaskan gagasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2008 ini, Koalisi Nasional HARI TANPA TV mengajak sekolah-sekolah, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, kelompok masyarakat, individu, dan siapa saja yang peduli dengan perkembangan anak, untuk bersama-sama melaksanakan HARI TANPA TV di wilayahnya masing-masing. Mitra pelaksana HARI TANPA TV 2008 terbuka bagi siapa pun dan di mana pun. Perluasan pelaksanaan Hari Tanpa TV ini sangat penting untuk memperbesar peran serta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2231995066634191166?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2231995066634191166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2231995066634191166' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2231995066634191166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2231995066634191166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/hari-tanpa-tv-2008.html' title='HARI TANPA TV 2008'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SILVIGbE9qI/AAAAAAAAAHM/EA811pGJF74/s72-c/TV.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-6172572589962356567</id><published>2008-07-19T15:25:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:44.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Tagakkan Hak Asasi Anak di Hari Anak Nasional</title><content type='html'>Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional, sementara 24 Juli adalah &lt;span id="fullpost"&gt;peringatan diratifikasinya Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women/CEDAW) menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dinamika hak asasi manusia, istilah hak asasi anak maupun hak asasi perempuan lahir untuk menjawab bahwa pada kenyataannya cara pandang yang menyamaratakan laki-laki-perempuan, dewasa-anak, adalah kurang tepat. Kenyataan menunjukkan bagaimana anak-anak di berbagai belahan dunia mengalami kelaparan, kekerasan, ditelantarkan, dan seterusnya. Demikian pula perempuan mengalami diskriminasi, baik dalam keluarga, komunitas, maupun kehidupan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, misalnya, meski telah memiliki antara lain Undang-Undang (UU) No 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No 3/1997 tentang Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No 36/1990 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak, realitas kesejahteraan anak masih jauh dari harapan. Kejadian busung lapar belum lama ini menyentak kita tentang buruknya kondisi anak. Belum lagi persoalan anak yang dipekerjakan di sektor pekerjaan terburuk, anak di wilayah konflik, korban perdagangan manusia, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menjadi rumit ketika anak mengalami diskriminasi berlapis. Pertama, karena dia adalah anak, dan kedua, karena perempuan. Di sinilah keberadaan anak perempuan diabaikan sebagai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan di Indonesia terdapat 4.201.452 anak (berusia di bawah 18 tahun) terlibat dalam pekerjaan berbahaya, lebih dari 1,5 juta orang di antaranya anak perempuan. Data IPEC/ILO memperkirakan terdapat 2,6 juta pekerja rumah tangga (PRT) di Indonesia dan sedikitnya 34,83 persennya tergolong anak. Sekitar 93 persennya anak perempuan (Kompas, 2/7/05). PRT anak perempuan berada dalam posisi rentan, mulai dari situasi kerja buruk, eksploitasi, hingga kekerasan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pedesaan, kemiskinan, pernikahan dini, minimnya pendidikan, dan kondisi kesehatan yang buruk mendorong anak perempuan terjerembab dalam prostitusi dan masuk dalam jerat perdagangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan pada anak perempuan terus berlanjut: 46,5 persen perempuan menikah sebelum mencapai usia 18 tahun dan 21,5 persen sebelum mencapai usia 16 tahun. Tingkat pernikahan dini ini jauh lebih tinggi di pedesaan. Survei terhadap 52 pekerja seks komersial di lokalisasi Dolly di Surabaya ditemukan bahwa lebih dari 25 persen dari mereka pertama kali bekerja berumur di bawah 18 tahun (Ruth Rosenberg, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, persoalan yang menimpa anak perempuan bukan hanya karena kemiskinan, melainkan kuatnya ideologi patriarkhi yang dianut negara maupun masyarakat yang terwujud bukan saja pada peminggiran perempuan sebagai jenis kelamin, melainkan juga mereka yang senantiasa terpinggirkan (the voiceless), seperti anak, masyarakat miskin pedesaan, minoritas, difabel, dan masyarakat adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mengapa gerakan feminis semestinya terus menajamkan perjuangannya terhadap persoalan yang dialami the voiceless. Kelompok perempuanlah yang mengusung tindakan khusus sementara (affirmative action) dalam instrumen HAM (Pasal 4 CEDAW). Kehadiran instrumen HAM anak dan perempuan, tidak saja mendesak ditegakkannya hak anak dan perempuan oleh negara, melainkan juga mengajukan cara pandang baru tentang HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik CEDAW maupun CRC telah memuat ketentuan tentang anak perempuan. Contohnya, Pasal 10 huruf (f) CEDAW yang menyebutkan, negara peserta wajib menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan di bidang pendidikan, khususnya menjamin pengurangan angka putus sekolah anak perempuan dan penyelenggaraan program untuk anak perempuan yang sebelum waktunya meninggalkan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu prinsip CRC, yaitu best interest of the child, dimuat secara eksplisit dalam CEDAW, seperti pada Pasal 16 Ayat (1) huruf (d) dan (f). Demikian pula ketentuan jaminan negara bahwa pertunangan dan perkawinan seorang anak tak akan memberi akibat hukum (Pasal 16 Ayat 2). Diskriminasi dan pelanggaran hak anak perempuan juga telah menjadi satu di antara 12 critical areas of concern Beijing Platform for Actions yang ditandatangani Pemerintah Indonesia tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa mau dikata, teks tinggal teks. Berbagai persoalan peraturan perundangan yang ada pun belum sempat diurus pemerintah hingga kini. Sebagai contoh, ratifikasi CRC berupa keputusan presiden dikritik karena menjadi kendala saat Indonesia hendak meratifikasi instrumen hak anak lainnya di bawah CRC. CRC semestinya diratifikasi menjadi UU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU RI No 7/1984 masih menghadapi berbagai kendala. Selain soal reservasi Pasal 29 CEDAW tentang penyelesaian perselisihan penerapan dan penafsiran konvensi, Indonesia juga belum meratifikasi optional protocol yang mengatur pelaporan individu/organisasi nonpemerintah tentang pelanggaran terhadap konvensi, prosedur komunikasi, dan penyelidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, peraturan perundangan tidak ada artinya tanpa keseriusan negara menegakkan hak asasi perempuan dan anak. Ratifikasi beribu konvensi sia-sia jika tidak diwujudkan dalam kehidupan nyata. Jika keseriusan ini ada, dugaan saya, para pejabat tidak akan menutup-nutupi penderitaan rakyat, buang-buang uang negara untuk studi banding ke luar negeri, atau minta kenaikan tunjangan. Mereka akan sibuk mengerjakan pekerjaan rumah negeri ini: menegakkan hak asasi rakyat, khususnya anak dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R Valentina Sagala Aktivis feminis, Direktur Eksekutif Institut Perempuan,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-6172572589962356567?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/6172572589962356567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=6172572589962356567' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6172572589962356567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6172572589962356567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/tagakkan-hak-asasi-anak-di-hari-anak.html' title='Tagakkan Hak Asasi Anak di Hari Anak Nasional'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-5616175268942552456</id><published>2008-07-19T14:26:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:09.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Kekerasan pada Anak di 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SIGY939mUKI/AAAAAAAAAHE/mh-mJHcKMe0/s1600-h/Anak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SIGY939mUKI/AAAAAAAAAHE/mh-mJHcKMe0/s320/Anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224625231488241826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belum meredanya kekerasan yang menimpa anak-anak Indonesia membuat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak ingin segera&lt;span class="fullpost"&gt;menanggulanginya. Karenanya agenda kongres ketujuh sudah dipersiapkan, seperti yang dirilis Komnas, Jumat (18/7), di kantor Komnas Perlindungan Anak, di Jl. TB. Simatupang No.33, Pasar Rebo, Jakarta Timur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Komnas Perlindungan Anak, kekerasan berupa kekerasan fisik, psikis maupun seksual dirasa tidak tepat dijadikan sebagai urusan domestik atau masalah internal keluarga saja. Untuk itu Komnas Perlindungan Anak akan membuat acara dengan mengumpulkan perwakilan anak dari seluruh provinsi di Indonesia untuk berdiskusi bersama dan mengeluarkan setiap pendapatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari kongres tersebut nantinya akan dideklarasikan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tanggal 23 Juli 2008. "Sebenarnya kita mengundang semua perwakilan anak dari seluruh provinsi di Indonesia, tetapi baru 30 provinsi yang sudah konfirmasi. Mungkin lainnya akan menyusul," terang Dr Seto Mulyadi, Ketua Komnas Perlindungan Anak. Sekadar informasi, kongres akan dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 19 sampai 24 Juli 2008 di Kinasih Resort, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok permasalahan yang dibahas nantinya tidak jauh dari seputar empat ha l dasar seorang anak, seperti hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk didengar pendapatnya. "Sebab anak sekarang harus lebih diperhatikan dan lebih didengarkan pendapatnya, agar perkembangan anak berjalan dengan selaras, tambah pakar dunia anak-anak ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-5616175268942552456?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/5616175268942552456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=5616175268942552456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5616175268942552456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/5616175268942552456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/kekerasan-pada-anak-di-2008.html' title='Kekerasan pada Anak di 2008'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SIGY939mUKI/AAAAAAAAAHE/mh-mJHcKMe0/s72-c/Anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-7042750899359985257</id><published>2008-07-14T18:13:00.004+07:00</published><updated>2008-09-05T17:08:05.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hari Pertama Sekolah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; -&lt;/strong&gt; Hari pertama masuk sekolah diwarnai aksi bolos oleh sejumlah siswa. Mereka memilih tidak bolos untuk main game ketimbang masuk sekolah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru hari pertama ini, tidak banyak pelajaran," jelas Agus, siswa kelas II SMU 47 yang kepergok nongkrong di Seskoal, Kebayoran, Jakarta, Senin (14/7/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengaku, dia bangun kesiangan karena tidak terbiasa bangun pagi selama liburan panjang. "Daripada terlambat mendingan nongkrong," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia juga berencana mengisi waktu bolos sekolahnya ini dengan main game online di warnet terdekat.Bukan hanya Agus saja yang tampak bolos. Beberapa siswa yang masih mengenakan seragam sekolahnya juga tampak keluyuran di luar sekolah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-7042750899359985257?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/7042750899359985257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=7042750899359985257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7042750899359985257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7042750899359985257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/hari-pertama-sekolah.html' title='Hari Pertama Sekolah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-6232779870451563363</id><published>2008-07-08T10:46:00.007+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:09.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kantin Kejujuran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SHLm7VigWYI/AAAAAAAAAGU/ZSZwEY7jSdg/s1600-h/jajan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SHLm7VigWYI/AAAAAAAAAGU/ZSZwEY7jSdg/s320/jajan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220488825144367490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekolah-sekolah mulai tingkat SDN hingga SMAN di Kota Bekasi akan segera membuka kantin kejujuran sebagai salah satu upaya untuk menanamkan pentingnya kejujuran terhadap siswa-siswinya yang dimulai sejak dini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk tahap pertama, program kantin kejujuran akan diterapkan di SMAN-1, SDN Jatimakmur, dan SMPN-23, Kelurahan Jatikramat, Pondokgede, " kata Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad di Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembantukan kantin kejujuran merupakan salah satu upaya membentuk watak generasi muda, khususnya kalangan pelajar, mengingat menanamkan kejujuran sejak dini akan lebih mudah, " kata Mochtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disebutkan latar belakang pembukaan kantin kejujuran itu apakah berkaitan dengan maraknya kasus-kasus dugaan korupsi (bahkan sejumlah kasus telah dimeja hijaukan-red) yang ditemukan di berbagai instansi di Indonesia termasuk instansi peradilan, Bea Cukai bahkan legislatif dan lembaga tinggi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data dari International Transparency pada 2006, Index Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mencapai 130 atau tertinggi dibandingkan dengan 10 negara di Asia lainnya termasuk negara-negara anggota ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, IPK Singapura 5, Malaysia 44, Filipina 121, Vietnam, 111, Hong Kong 15, Jepang 17, dan Taiwan 34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kantin kejujuran telah dibentuk di setiap sekolah, kalangan pelajar harus melayani sendiri saat membeli jajanan dan mengambil uang kembalian tanpa diawasi oleh pihak sekolah, " tutur walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantin kejujuran, pengelola sekolah akan menyediakan uang pecahan recehan dan ribuan untuk uang kembalian dari pelajar yang membeli, sehingga kejujuran perorangan para pelajar yang membeli jajanan akan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada pengawas dari manapun di kantin kejujuran, sehingga kantin kejujuran merupakan tes terhadap hati nurani pelajar," kata Mochtar Mohamad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi rencana Pemkot Bekasi meluncurkan program kantin kejujuran di setiap sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Jatimakmur-1, Pondokgede, Suyamti mengatakan, sudah saatnya segera direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantin kejujuran selain untuk membentuk watak pelajar yang jujur, juga berkepribadian luhur bahkan bertanggungjawab atas diri sendiri serta disiplin menerapkan aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, katanya, membentuk watak jujur sejak dini akan lebih mudah ketimbang setelah orang menjadi dewasa yang pola pikirnya kemungkinan telah terkontaminasi berbagai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyambut positif atas rencana Pemkot Bekasi membuka kantin kejujuran di setiap sekolah di Kota Bekasi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyudi, salah seorang pendidik di Pondokgede, Bekasi mengatakan, rencana sekolah membuka kantin kejujuran merupakan langkah maju dan positif untuk mengantisipasi tindakan korupsi sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyambut baik rencana pembentukan kantin kejujuran di setiap sekolah, karena akan membentuk watak jujur dan mengantisipasi tindak korupsi, memang perlu dilakukan sejak dini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi akan dibuka kantin kejujuran di setiap sekolah itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi, Sugeng Djoko Susilo mengatakan, membentuk watak kejujuran sejak dini memang penting dilakukan mulai dari pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kantin kejujuran di sekolah diharapkan efektif untuk memberi pelajaran dan pengajaran terhadap siswa tentang pentingnya perilaku jujur yang diharapkan akan terus melekat sampai mereka dewasa nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian diharapkan, saat seorang pelajar menjadi pejabat di instansi pemerintah atau di perusahaan, berbekal kejujuran yang suadh ditanamkan sejak di bangku sekolah, mereka tidak akan korupsi, " demikian kata Sugeng menambahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.media-indonesia.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-6232779870451563363?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/6232779870451563363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=6232779870451563363' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6232779870451563363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6232779870451563363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/kantin-kejujuran-untuk-masa-pendidikan.html' title='Kantin Kejujuran'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SHLm7VigWYI/AAAAAAAAAGU/ZSZwEY7jSdg/s72-c/jajan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-3818335910603637500</id><published>2008-07-03T12:19:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:10.216+07:00</updated><title type='text'>Minim Buku..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxhtTwUjPI/AAAAAAAAAGM/0J92fPm1oQM/s1600-h/Img00085.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxhtTwUjPI/AAAAAAAAAGM/0J92fPm1oQM/s320/Img00085.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218653499240516850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;Kami ingin sekali bermanfaat untuk Orang banyak&lt;br /&gt;"Dari Kita Untuk Dunia"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-3818335910603637500?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/3818335910603637500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=3818335910603637500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3818335910603637500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3818335910603637500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/minim-buku.html' title='Minim Buku..'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxhtTwUjPI/AAAAAAAAAGM/0J92fPm1oQM/s72-c/Img00085.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-8728319535319714131</id><published>2008-07-03T11:48:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T16:37:10.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Beruntunglah Anda..!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxalaoYJpI/AAAAAAAAAF8/fcfWRCS8T2E/s1600-h/anak2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxalaoYJpI/AAAAAAAAAF8/fcfWRCS8T2E/s400/anak2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218645667065898642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anak jalanan&lt;/b&gt; adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi" title="Ekonomi"&gt;ekonomi&lt;/a&gt; di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga" title="Keluarga"&gt;keluarganya&lt;/a&gt;. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Lirik ini yang pertama kali muncul ketika saya melihat seorang anak kecil yang mengamen di sebuah bus kota yang sedang saya naiki. Tidakkah miris hati kita melihat seorang bocah kecil yang seharusnya menikmati masa kecilnya dengan canda tawa bersama teman dan keluarga tapi kini dia harus berjuang demi memenuhi perutnya dengan sepiring nasi.&lt;span id="more-13"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedih melihat wajah polos mereka yang tertutupi debu jalanan bolak-balik naik bus kota untuk menjual suara mereka demi sesuap nasi. Apakah ini potret anak bangsa??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingat ketika saya belajar PPKN dulu di sekolah.. Kita diajarkan pasal-pasal UUD 1945 dan yang paling saya ingat adalah pasal 34 yang berbunyi “&lt;span style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Fakir  miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;“&lt;/span&gt; namun sekarang mana buktinya?? Apakah itu hanya menjadi sebuah slogan saja??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah hampir 61 satu tahun kita merdeka, namun benarkah kita sudah merdeka?? Kesengsaraan, kemiskinan masih merupakan “penjajah” yang harus kita lawan sekarang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-8728319535319714131?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/8728319535319714131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=8728319535319714131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8728319535319714131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/8728319535319714131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/07/beruntunglah-anda.html' title='Beruntunglah Anda..!!!'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/SGxalaoYJpI/AAAAAAAAAF8/fcfWRCS8T2E/s72-c/anak2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-7558871296465605922</id><published>2008-06-16T12:41:00.006+07:00</published><updated>2008-07-20T14:06:48.515+07:00</updated><title type='text'>Libur memang ' B E D A'</title><content type='html'>Horeeee.....!!!! biasa..., namanya juga anak-anak, seneng banget kalo libur sekolah datang.&lt;div class="fullpost"&gt;pasti seharian waktu libur kerjaannya mainnnn terus. Sama kayak kita dulu yah?? ;) Tapi, anak-anak di Taman Baca Saung Cerdas malah 'B E D A'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'B E D A',&lt;br /&gt;BACA,&lt;br /&gt;EKSPLORASI,&lt;br /&gt;DISKUSI,&lt;br /&gt;AKSI,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'B E D A' akan membuat liburan anak-anak menjadi beda dari yang biasa...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-7558871296465605922?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/7558871296465605922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=7558871296465605922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7558871296465605922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/7558871296465605922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/06/libur-memang-b-e-d.html' title='Libur memang &apos; B E D A&apos;'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-6575924202751220198</id><published>2008-05-27T13:51:00.004+07:00</published><updated>2008-07-20T14:07:22.208+07:00</updated><title type='text'>TOLAK 'BBM'!!!</title><content type='html'>BBM?? Masalah yang sedang banyak dipersoalkan. kami Saung Cerdas juga sedang ikut meramaikan masalah BBM. Bahan Bakar Minyak????&lt;span class="fullpost"&gt;Ya bukan lah.... TOLAK BBM Kami yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOLAK BBM &gt;&gt;&gt; TOLAK BIKIN BUTA MASYARAKAT dengan cara&lt;br /&gt;RAJIN BBM &gt;&gt;&gt; RAJIN BIKIN BACA MASYARAKAT....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kita sudah seharusnya mengedepankan Pendidikan untuk Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-6575924202751220198?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/6575924202751220198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=6575924202751220198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6575924202751220198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6575924202751220198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/05/tolak-bbm.html' title='TOLAK &apos;BBM&apos;!!!'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-6152145446295576374</id><published>2008-05-20T15:30:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:06.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL</title><content type='html'>20 Mei 1908 - 20 Mei 2008??? apa yang Indonesia hadapi selama 100 tahun Kebangkitan Nasional??? Hmm... ternyata Indonesia belum benar-benar berubah. Dalam hal Pendidikan saja, tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia harus BANGKIT menjadi bangsa yang Mandiri dan Berwawasan Luas, seluas langit dan sedalam laut yang menyelimuti Pulau Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGKITLAH BANGSAKU,&lt;br /&gt;BANGKITLAH INDONESIAKU...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-6152145446295576374?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/6152145446295576374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=6152145446295576374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6152145446295576374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6152145446295576374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/05/seabad-kebangkitan-nasional.html' title='SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-509278979738010018</id><published>2008-05-08T14:51:00.002+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Membuka atau Menjadi Jendela</title><content type='html'>Mengapa kami ada??? Membaca adalah jendela diri untuk melihat lebih jauh apa yang ada di luar atau sekitar kita. tetapi terkadang jendela itu sulit untuk dibuka, mungkin karena engselnya macet, atau bahkan diri tidak mempunyai jendela.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya....kami ada sebagai salah satu pembuka jendela atau terkadang menjadi jendela itu sendiri. Jendela bagi seseorang yang ingin berpetualang melihat sekitar. Jendela yang akan mampu melihat isi dunia. karena kami, "Dari Kita Untuk Dunia!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-509278979738010018?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/509278979738010018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=509278979738010018' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/509278979738010018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/509278979738010018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/05/membuka-atau-menjadi-jendela.html' title='Membuka atau Menjadi Jendela'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-3690453866423777861</id><published>2008-05-04T12:55:00.002+07:00</published><updated>2008-05-04T13:00:52.527+07:00</updated><title type='text'>WORKSHOP DAN OLIMPIADE TAMAN BACA ANAK</title><content type='html'>Workshop yang akan diadakan oleh 1001 Buku akan digelar pada&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 Juni 2008 dan Minggu, 13 Juni 2008&lt;br /&gt;Tempatnya ditentukan kemudian oleh panitia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Olimpiade Taman Baca Anak (OTBA) akan diadakan pada Minggu, 27 Juli 2008 tempatnya juga akan ditentukan kemudian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OTBA akan diikuti oleh Taman Bacaan Anak se-Jabodetabek dengan beragam perlombaan untuk anak-anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-3690453866423777861?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/3690453866423777861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=3690453866423777861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3690453866423777861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/3690453866423777861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/05/workshop-dan-olimpiade-taman-baca-anak.html' title='WORKSHOP DAN OLIMPIADE TAMAN BACA ANAK'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-9006936484633598023</id><published>2008-04-30T15:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>W A K T U</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak seorang pun tahu kapan "WAKTU" mulai bergerak&lt;br /&gt;Dan entah kapan sang "WAKTU" berhemti berjalan&lt;br /&gt;Yang pasti sampai detik ini "DIA" terus bergerak dan terus bergulir&lt;br /&gt;Entah Anda menghargai "WAKTU" dengan memanfaatkan sebaik-baiknya&lt;br /&gt;Atau selalu menyia-nyiakan "WAKTU" dengan aktivitas yang tidak bermanfaat&lt;br /&gt;"DIA" tetap diam dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapa pun&lt;br /&gt;Tanpa membantu siapa pun&lt;br /&gt;Tetapi "DIA" bernilai untuk siapa pun&lt;br /&gt;"DIA" tidak pernah kalah dan tidak akan usang&lt;br /&gt;"DIA" selalu baru, selalu segar dan tegar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hanya kitalah sebagai manusia&lt;br /&gt;Lambat atau cepat pasti akan termakan oleh proses sang "WAKTU"&lt;br /&gt;"WAKTU" untuk kehidupan seorang anak manusia&lt;br /&gt;Tidak lama dan sangat terbatas&lt;br /&gt;Maka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini&lt;br /&gt;Dengan "PRODUKTIVITAS" yang sangat bermanfaat&lt;br /&gt;Baik bagi diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan "NILAI WAKTU" harus selalu diingatkan&lt;br /&gt;Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap "SANG PENCIPTA"&lt;br /&gt;Dengan demikian kita akan menghargai nilai keberadaan "SANG WAKTU"&lt;br /&gt;Dan nilai-nilai diri kita sebagai manusia sehingga kita akan&lt;br /&gt;Selalu berusaha untuk dapat menikmati "PROSES WAKTU" itu&lt;br /&gt;Dengan kualitas kehidupan yang makin lama makin indah&lt;br /&gt;Nikmat, bahagia dan sangat berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmati "WAKTU"mu yang masih ada...!!!&lt;br /&gt;Hargai "WAKTU"mu yang masih tersisa...!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-9006936484633598023?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/9006936484633598023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=9006936484633598023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/9006936484633598023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/9006936484633598023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/w-k-t-u.html' title='W A K T U'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2865865748390186895</id><published>2008-04-30T15:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>ULAT KECIL YANG BERANI</title><content type='html'>&lt;p&gt; Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang. &lt;/p&gt; Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, "Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi,&lt;div class="fullpost"&gt;jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan... entah bagaimana nasibku nanti!"  &lt;p&gt; Ketika Si Ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya, "Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah Kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?" &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Si Ulat pun bertanya kepada Si Kepik yang sok tahu, "Benar Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?" "Oh...Aku tahu, jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku. Dan lebih jauh di sana ada sebuah gua yang gelap yang harus kau lalui. Tetapi, setelah kamu mampu melewati kegelapan, aku beritahu, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan," Si Kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada Si Ulat yang tampak ragu dan ketakutan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  "Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?" Tanya Ulat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan. Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!" sambil berteriak penuh semangat, Si Kepik pun meninggalkan ulat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pembaca yang budiman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Memang benar... kemenangan, kesuksesan, adalah milik mereka yang secara sadar, tahu apa yang menjadi keinginannya, sekaligus siap menghadapi rintangan apa pun yang menghadang, serta mau memperjuangkannya habis-habisan melalui cara-cara yang benar sampai mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengertian sukses secara sederhana demikian ini telah di praktikkan oleh manusia sukses berabad-abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing-masing. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka ...untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan teori-teori kosong yang rumit. Cukup tahu akan nilai yang akan dicapai dan &lt;i&gt;take action!&lt;/i&gt; Ambil tindakan!  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2865865748390186895?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2865865748390186895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2865865748390186895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2865865748390186895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2865865748390186895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/ulat-kecil-yang-berani_30.html' title='ULAT KECIL YANG BERANI'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-2775277826249201141</id><published>2008-04-30T15:25:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T17:07:09.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>TULISAN DI ATAS PASIR</title><content type='html'>&lt;p&gt; Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: "Hari ini temanku telah memukul aku !!!" &lt;/p&gt; Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya ...dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, karena&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang. "Aduh.... Tolong....Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, "Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu." Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon. "Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang." &lt;p&gt;Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, "Terima kasih, sobat!" Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, "Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku." &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan, "Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?" Anak yang di pukul itu menjawab sabar, "Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat." &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pembaca yang budiman,  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;i&gt;”Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;i&gt;Memang benar.... bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;i&gt;Sebaliknya... tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang selamanya.”&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;www.andriewongso.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-2775277826249201141?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/2775277826249201141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=2775277826249201141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2775277826249201141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/2775277826249201141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/tulisan-di-atas-pasir.html' title='TULISAN DI ATAS PASIR'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-506464494260790155</id><published>2008-04-30T15:11:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:06.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Membaca itu menyenangkan</title><content type='html'>Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.                               &lt;p&gt;Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengatuk. Simak deh tip-tip di bawah ini supaya tercipta suasana membaca yang menyenangkan.&lt;br /&gt;                          &lt;/p&gt;                               &lt;p&gt;&lt;b&gt;Persiapan Sebelum Membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;/p&gt;                               &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                               &lt;p&gt;&lt;b&gt;Berbagai Jenis Membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;/p&gt;                               &lt;p&gt;Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.&lt;br /&gt;                          &lt;/p&gt;                               &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                               &lt;p&gt;Belajar dengan menggunakan metode membaca kritis akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Kita tidak hanya diminta untuk memahami isi bacaan tapi juga diajak berpikir kreatif mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis? Simak deh aturan main dalam membaca kritis di bawah ini :&lt;/p&gt;                               &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="tahoma08red"&gt;Melakukan survei                                    isi buku&lt;/span&gt;. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran umum mengenai bacaan tersebut.&lt;br /&gt;                              Bagian-bagian yang perlu diperhatikan adalah                                    :&lt;br /&gt;· Paragraf awal, paragaraf akhir dan juga beberapa paragraph di tengah.&lt;br /&gt;· Bagian daftar isi, gambar-gambar, tabel dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai bacaan tersebut.&lt;br /&gt;                              · Soal-soal yang mungkin terdapat dalam                                    bacaan tersebut.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="tahoma08red"&gt;Membuat pertanyaan&lt;/span&gt;. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan timbul pada saat kita melakukan survei. Jika tidak terdapat pertanyaan, usahakan cari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda pada bagian-bagian yang tidak dimengerti tersebut.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="tahoma08red"&gt;Membaca&lt;/span&gt;. Merupakan langkah dominan dalam metode ini. Membaca disini sebagai langkah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses survei. Baca dengan teliti dan seksama paragraf demi paragraf, bagian demi bagian untuk menangkap pokok-pokok pikiran dari tiap bagian. Usahakan jangan pindah bagian jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="tahoma08red"&gt;Evaluasi&lt;/span&gt;. Merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkan bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut. Jika belum, coba cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.&lt;br /&gt;                            &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span class="tahoma08red"&gt;Meninjau ulang&lt;/span&gt;. Merupakan langkah terakhir kita dalam membaca kritis. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                               Selamat membaca!&lt;br /&gt;http://www.sekolahindonesia.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-506464494260790155?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/506464494260790155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=506464494260790155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/506464494260790155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/506464494260790155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/membaca-itu-menyenangkan.html' title='Membaca itu menyenangkan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-4843632093041070676</id><published>2008-04-30T15:04:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:06.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Relawan</title><content type='html'>Siapa saja bisa menjadi relawan kami, tapi lebih kami sangat&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengharapkan teman-teman yang berdomisili di Pondok Gede atau sekitarnya untuk bergabung menjadi Relawan di Saung Cerdas ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-4843632093041070676?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/4843632093041070676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=4843632093041070676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/4843632093041070676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/4843632093041070676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/relawan.html' title='Relawan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1799366792852606255.post-6465265041205127680</id><published>2008-04-24T18:15:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T21:50:06.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Hadiah Utama Beras Sekarung!!!</title><content type='html'>Insya Allah. kami akan mengadakan LOMBA BACA PUISI untuk TUKAN BECAK SE-PONDOK GEDE, ide ini terinspirasi dari web teman kami www.wisatabaca.wordpress.com, Para peserta yang notabene adalah tukang Becak akan mengikuti Lomba tersebut. Hadiah Utamanya "BERAS SEKARUNG" dan yang kurang beruntung akan mendapatkan Paket dari salahsatu Lembaga Sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1799366792852606255-6465265041205127680?l=saungcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungcerdas.blogspot.com/feeds/6465265041205127680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1799366792852606255&amp;postID=6465265041205127680' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6465265041205127680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1799366792852606255/posts/default/6465265041205127680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungcerdas.blogspot.com/2008/04/hadiah-utama-beras-sekarung.html' title='Hadiah Utama Beras Sekarung!!!'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_wmL-9c8slic/TIVrk7aZy2I/AAAAAAAAAWo/6L1KemWsY88/S220/38546_1403247759957_1195237627_961619_2281472_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
